Bengkulu Kota Hidayah
Kota Hidayah

By Wahid Suharmawan 01 Jul 2019, 07:42:32 WIB FORUM KERJASAMA
Bengkulu Kota Hidayah

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Program pembinaan iman dengan iktikaf selama 40 hari oleh Gerakan Memakmurkan Satu Juta Masjid di Indonesia (Gemasajid) dan tiga hari oleh Pemerintah Kota Bengkulu yang diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berakhir, Minggu (7/4/2019).

Walikota H Helmi Hasan mengutarakan rasa terimakasihnya kepada para pengurus Gemasajid yang mayoritas berasal dari Jakarta telah meluangkan 40 hari waktunya untuk melakukan pembinaan iman di Bengkulu.

“Terimakasih atas pengorbanan selama 40 hari ini. Mereka bukan pengangguran, punya kerja, punya anak, punya istri, punya rumah. Sanggup tinggalkan itu untuk bertemu dengan kita, cinta mereka kepada kita, karena kita bersaudara. Bukan bersaudara karena satu kampung, bukan karena satu rahim, tapi bersaudara karena ikatan yang lebih kuat dari itu semua. Apa itu? Persaudaraan karena ikatan kalimat Laa Ilaha Illallah. Allah yang mempersaudarakan kita,” katanya.

Helmi menerangkan bahwa selama di Bengkulu, para pengurus Gemasajid memiliki misi yang mulia.

“Saudara-saudara kita ini datang ke Bengkulu bukan untuk beli kebun, bukan untuk minta kebun, bukan untuk minta proyek, tapi untuk mencari rida Allah dalam bentuk kerjasama antara tuan rumah dan tamu-tamu Allah untuk memakmurkan masjid,” ungkapnya.

Helmi menjelaskan tentang banyaknya kisah haru dalam program pembinaan iman ini.

“Sudah banyak saya dengar kisah tentang bagaimana para tuan rumah yang selama ini menemani tamu-tamu kita setelah ikut serta dalam iktikaf akhirnya yang tadi nggak pernah salat berjamaah sekarang ikut salat berjamaah. Tentu tiga hari bukan waktu yang cukup. Kita lihat bagaimana para sahabat dibina imannya oleh Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam selama 13 tahun. Meninggalkan semua yang mereka cintai di Makkah untuk memenuhi perintah Allah agar hijrah ke Madinah. Sahabat ke Madinah meski ditawarkan kebun, rumah dan fasilitas-fasilitas mewah mereka tolak, kenapa? Karena sahabat radhiallahu anhum katakan mereka ke Madinah bukan untuk rumah dan kebun, tapi mereka ingin penuhi perintah Allah. Mereka yakin ketika mendapatkan Allah, mereka akan dapat segalanya. Namun ketika mereka kehilangan Allah, maka mereka akan kehilangan segalanya,” urainya.

“Ini adalah kerja para nabi. Dulu semua nabi buat begini. Hari ini kita siang malam berfikir bagaimana istri senang, anak senang, pimpinan senang. Padahal belum tentu mereka senang. Tapi ketika buat kerja dan buat fikir agar bagaimana Allah senang, maka istri akan senang, anak akan senang, pimpinan akan senang. Karena hakikatnya yang menguasai semua hati manusia adalah Allah. Inilah bentuk usaha kita atas iman, usaha atas agama. Agama bukan tentang perdebatan, agama tentang amalan,” lanjutnya.

Helmi berharap apa yang dilakukan oleh Gemasajid dapat menjadi semangat hidupnya amalan agama secara sempurna dalam tubuh pemerintahan.

“Kita jangan agama ini karena ikut-ikutan atau karena keturunan. Karena nggak akan terasa nikmatnya. Kita bisa merasakan nikmat salat ketika kita ajak orang salat. Kita bisa merasakan nikmat iman ketika kita ajak orang untuk mendekatkan diri kepada Allah. Inilah iman yang sebenarnya. Mudah-mudahan, usaha kita selama ini berbuah dengan kebaikan-kebaikan dan usaha kita untuk mewujudkan Bengkulu sebagai kota hidayah menjadi mudah. Kita berharap seluruh masjid di Kota Bengkulu ini bisa makmur seperti di Madinah. Risaukan saudara-saudara kita yang belum datang ke masjid, dengan demikian kota kita ini menjadi kota yang setiap laki-laki balignya 100 persen salat ke masjid, kota yang setiap perempuannya menutup aurat, kota yang anak-anaknya menjadi anak-anak yang soleh dan solehah. Kota yang jauh dari gempa, tsunami dan bencana lainnya. Semua punya tanggung jawab melakukan kerja-kerja ini. Dengan demikian kita mengundang Allah untuk menunaikan janjinya menurunkan keberkahan dari langit dan mengeluarkannya dari perut bumi,” ungkap Helmi.

Sementara pengurus Gemasajid, Ustaz Saeed Kamyabi, menuturkan rasa syukurnya atas sambutan yang baik dari warga masyarakat Bengkulu.

“Ada 476 orang baru yang kami kenal selama iktikaf di Bengkulu. Karena adanya kerjasamanya orang dari Jakarta disambut baik oleh Pemerintah Kota Bengkulu, mudah-mudahan Allah berikan kekuatan kepada pemerintah untuk menjadikan Bengkulu sebagai daerah yang bahagia dan religius,” paparnya.

Ia menyampaikan harapan Bengkulu menjadi kota hidayah bukan hanya judul.

“Walikota memperlihatkan komitmen yang sungguh-sungguh. Langkah pertama ASN ini. Ini strategi awal. Karena birokrat ini pemimpin masyarakat. Ibarat jarum, rakyat benangnya, kemana ASN ini melangkah, maka rakyat akan ikut. Ketika Walikota dan ASN-nya memakmurkan masjid, maka rakyatnya akan ikut ke masjid. Kalau pemimpin masuk diskotik, maka rakyat ke diskotik. Kalau pemimpin masuk ke pasar, maka rakyatnya ramai-ramai ke pasar. Maka usaha atas agama ini adalah kerja-kerja orang sukses dan bahagia terdahulu. Ketika Allah rida, maka insyaAllah kesejahteraan akan terwujud,” demikian Ustaz Saeed Kamyabi. [Medi Muamar/Advetorial]




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment

Yuk Temukan Toko Terdekat dari tempat tinggal anda agar belanja lebih mudah. Klik / Cari Disini

Loading....



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Gubernur Bengkulu Favorit Anda?
  H. Helmi Hasan
  Ichwan Yunus
  Agusrin M Najamuddin
  Rohidin Mersyah
  H. Junaidi Hamzah

Komentar Terakhir

  • Tommy Utama

    Para pengunjuk rasa membawa bendera-bendera Palestina dan foro-foto pemimpin tertinggi ...

    View Article
  • Edo Ikfianda

    Setelah membentuk Timnas, PSSI versi KLB pimpinan La Nyalla Mahmud Matalitti menunjuk Alfred Riedl ...

    View Article
  • Tommy Utama

    Calon hakim agung Muhammad Daming Sanusi menyatakan, hukuman mati tidak layak ...

    View Article

Video Terbaru

View All Video